Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Jiwa Jiwa yang Terhanyutkan

Ketika kau sedang menepi disudut birunya.. Kau akan menapaki disana suatu sosok yang pernah ada Namun tidak tahu apakah ia berbekas atau tidak Semua mengalun dengan begitu gamblangnya, bahkan sekalipun ia menampakkan jiwa kasarnya Tak pernah ada makna.... Ia begitu lama terpaku dalam dunianya menghalau segala gangguan yang menyentuh hatinya Dan akhirnya ia terpaku menatap sekitarnya, hanya kosong

Tentang Hati, Rasa, dan Cinta

Hati ini tak selamanya bisa kuat.... secara bilogis, ia berperan sebagai penawar racun... Namun kadang racun bisa menjadi sangat berbahaya, sehingga hati tak kuasa untuk menjadi penawarnya begitu juga dengan perasaan yang dialami manusia Kadang perasaan yang ada begitu menyiksa Hingga kadang hati berontak dan memutuskannya untuk melampiaskannya lewat emosi

suatu dendang, berbuah bait kata

 Aku terpukau dengan yang terjadi disekitarku.. Aku meyakini keberadaan dan mengamati setiap kepingan rasa didalam sukma ini Sedih, senang, riang, gembira, rindu, aneh, hambar.... Semua terpaut menjadi satu bagian. Aku juga rindu dengan harum semerbak dan senyuman alam Yang mampu menyanyikan kidung-kidung pencerahan Aku tahu terlalu banyak kata telah terlantun Namun kerap kali aku bertanya, akankah kata-kata yang telah tumpah ruah ini suatu saat akan habis?? Sebelum semua itu terjadi, aku ingin berbagi tentang bait-bait yang aku dapatkan Tanpa sengaja, dan mungkin tanpa arti Karna ini hanyalah buah dari keterkaitan antara semua indra yang ada, filter nurani dan untaian kata sebagai media penyalur semuanya.... " Saat kau melihat dunia dari sisi yang berbeda,

Sebuah Penghargaan

Tanpa sengaja dengan mengobrak-abrik tumpukan buku-buku bekas, didalamnya ada sebuah tulisanq yang kurang lebih kutulis beberapa tahun yang lalu.... Hmmm isinya kurang lebih mengenai sebuah keinginan untuk dihargai sebagai seorang manusia utuh dengan segala yang ada padanya.... untuk lebih jelasnya let's check it out... ^_^ Masih adakah sisa waktuku Menepis seluruh asa yang ada Mencerminkan impian gemilang Dalam suka dan duka Inginku ingatkan dunia Aku ada disini bersamamu Pandangilah aku walau hanya sekejap Demi sebuh harapan yang telah lama terpupuk Karna kamu dan untukmu Hanya karna aku ada Hargailah aku dan bimbinglah aku Aku tidaklah sempurna Tiap asa pastikan memudar Meleleh dan luluh lantak Namun semuanya kan terobati Hanya dengan bisikan semangat dan kesempatan Jangan kau uraikan apa yang tak terjadi Namun lakonilah apa yang menjadi tugasmu Enyahkan semua kepalsuan Kemunafikan hanyalah sebuah batu loncatan menuju kehancuran Aku tak tahu mengapa merek...

Bulan Penuh Kasih dan Bulan K3

Bulan Februari... merupakan bulan kedua dan dinyatakan sebagai bulan yang penuh kasih sayang. Hal ini dikarenakan pada bulan ini terdapat tanggal 14 februari yang populer disebut dengan Valentine day..... what's amazing day.... hahahhahaha Yuppp tanggal ini adalah hari dimana kita dapat membagikan kasih kepada orang-orang yang paling kita kasihi. Tidak terbatas pada pacar, atau pasangan hidup... tapi dapat juga kepada teman-teman, sahabat, orang tua, ataupun orang-orang yang telah memeberikan kontribusi banyak terhadap kehidupan kita. Namun satu hal yang harus diingat.. kasih sayang tidak hanya dapat diberikan pada hari ini saja tapi setiap hari merupakan hari penuh kasih sayang... Maka dari itu siapa yang paling banyak menabur kasih (bukan berarti jadi playboy atau playgirl lo ya.....) dialah yang nantinya akan menuainya.... ^_^ mari mulai dari hati kita penuhi hati dengan segudang cinta dan kasih sayang... tak terbatas baik pada alam raya mahluk hidup dan juga sesama... karena ...

Senandung kala Rembulan mulai terlelap

hari ini disini aq menantimu.... mencari bayangan akan dirimu mananti dan menanti... kutahu ini suatu kesia-siaan namun aq tetap keras kepala dan menantimu.... kala ini saat rembulan mulai terlelap kupercaya kaupun terlelap namun tidak dengan raga ini ia masih saja menanti karena suatu kerinduan yang mendalam Kutahu kau terlalu lelah Kau lelah dengan semua ini kau selalu saja berjuang seorang diri... namun tak ada yang pernah memperdulikanmu sesekali kau marah... namun apa... mereka tak hirau mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri hingga akhirnya kau murka dan memilih untuk terlelap ditemani rembulan kau terlalu tua untuk mengatasi perkembangan anak-anakmu kau memilih untuk mengisi hari-hari terakhirmu dengan keindahan yang hanya seonggok kau telah tak kuasa berjuang seorang diri... akhirnya kau biarkan semuanya berlalu dan kau mulai menutup bukumu Berharap keajaiban itu datang dan membantumu... walau hanya secercah..... Disana terderai air mata Diu...